Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

GrandMoto - Permusuhan anatara Valentino Rossi dengan Marc Marquez yang bermula sebelum GP Malaysia akhirnya memisahkan keduanya dari bisnis masing-masing.

Namun yang pertama kali mengambil keputusan untuk berhenti bekerja sama belum diketahui dengan pasti.

Isu ini sudah mencuat sejah November tahun lalu, bahwa perusahaan Merchandise Rossi tidak lagi menjual produk dari Marquez, ini juga berimbas pada saudaranya Alex Marquez yang saat ini masih membalap di kelas Moto 2.

Perusahaan Manajemen AC, yang mengelola hak cipta Merchandise Marc Marquez dan Alex Maruqez mengatakan: "Kami menginformasikan bahwa perusahaan VR46 Racing Apparel telah kesepakatan untuk mengakhiri kerjasama dengan kami, kedua belah pihak berharap hal ini tidak merugikan siapapun."

Sementara Marquez bersaudara diketahui kini mulai menjalin kerjasama serupa dengan Jorge Lorenzo untuk urusan Merchandise mereka.
GrandMoto - Test Rider anyar Ducati, Casey Stoner selalu membantah dengan keras bahwa dirinya akan kembali membalap di MotoGP, dan sekarang ia membeberkan alasanya mengapa ia menolak untuk balapan.

Bos Ducati Gigi Dall'Igna mengatakan bahwa ia bisa menyiapkan satu motor pabrikan untuk Stoner jika dirinya mau membalap mulai seri perdana nanti di Qatar.

Ditambah dengan seluruh pembalap top yang pernah bersaing dengan Stoner menyambut baik baik kabar tersebut.

"Orang-orang berbicara terlalu jauh. Mereka mengatakan bahwa saya masih cepat dan kompetitif untuk kembali ikut balapan. Padahal saya sendiri memutuskan pensiun karena saya sudah tidak lagi kompetitif dengan MotoGP yang sekarang," ucap Stoner kepada Autosport.

"Jika saya kembali tampil sebagai pembalap, mungkin saya tidak akan bertahan lebih lama dari lima atau enam lap. Karena saya tidak cocok lagi," tambahnya.

Stoner saat ini hanya menerima tawaran sebagai Test Rider sekaligus Brand Ambassador Ducati dan bukan sebagai pembalap mereka.
GrandMoto - Untuk menggelar satu seri balap MotoGP membutuhkan modal dan dana yang tidak sedikit. Lalu apa sebenarnya keuntungan menggelar sebuat balapan MotoGP?

Irawan Sucahyono selaku advisor Sirkuit Sentul mengatakan bahwa keuntungan yang didapat dari menggelar satu seri balap MotoGP sangatlah besar dan memiliki keuntungan jangka panjang.

"Satu diantara yang terpenting adalah sebagai memdia branding atau promosi si negara penyelenggara, seperti untuk sektor pariwisata, mendatangkan calon investor, dan lain-lain.

Secara garis besar, dengan menjadi tuan rumah event sebesar MotoGP, maka negara penyelenggara akan mendapat ruang expossure internasional yang sangat besar.

Walaupun penyelenggaraan balapan di sebuah negara hanya satu kali dalam satu tahun, tapi MotoGP itu sendiri berlangsung selama sembilan bulan. Artinya, ekspos kepada setiap tuan rumah pun akan kontinyu sepanjang satu musim balap tiap tahunnya," kata Irawan saat diwawancari detikSport.

"Dananya memang sangatlah besar, namun jangan lihat dari jangka pendeknya saja. Itu sebabnya sebuah negara menyodorkan kontrak dengan Dorna paling singkar tiga tahun lamanya. Karena tuan rumah tidak mampu meraup keuntungan maksimal di tahun perdananya, tapi secara kontinyu di tahun kedua, ketiga, dan musim selanjutnya.

"Misalnya seperti Indonesia yang diharuskan untuk membenar sirkuit dan semua fasilitas penunjang balap lainnya, itu dilakukan hanya pada musim perdana, selanjutnya kita hanya mengeluarkan biasa penyelenggaraan saja yang jumlahnya sangat terjangkau," terang Irawan kepada detikSport.

Perform

video

Feature

Cat-5

Cat-6